Terbiasa Menulis (Editing)

Sebenarnya kalau dipikir  sejak kecil kita sudah terbiasa menulis, hanya saja, yang ditulis biasanya adalah sesuatu yang  memang  harus ditulis, karena kewajiban, seperti menulis catatan pelajaran,  catatan belanja Emak dan lain sebagainya , karena kalau tidak ditulis bisa lupa, atau seperti pelajaran maka tidak akan ada nilai yang kita peroleh. Nah, semua yang ditulis saat  itu , ditulis tanpa  perlu memikirkan  pengaruh dari tulisan.

Saat beranjak remaja sebagian kita terutama remaja putri, termasuk saya , mulai terbiasa menulis Diary.  Mengapa Diary ?

  1. Menulis diary terasa lebih aman dari pada curhat sama Emak (sama Emak, kadang-kadang ada rasa malunya) atau sama teman (sama teman tuh , kalau dia lagi bete sama kita, jangan-jangan dibocorkan ke mana-mana he he he), apalagi kalau lagi ada perasaan  suka sama seseorang, iya kan ? :)
  2. Diary itu, di zaman musimnya dulu, banyak yang lucu-lucu, kadang- kadang membelinya karena gemar saja, bukan karena dibutuhkan.
  3. Bisa menulis apa saja, suka hati saja, tidak ada yang marah, protes, atau yang menyalahkan penulisan  tanda baca, paragraf dan kalimat-kalimat yang tidak tersusun rapi  (alias tidak ada Guru Bahasa Indonesia yang memeriksa hasil karangan kita, Ya kan ? :D), itulah sebabnya menulis Diary terasa melegakan dan menyenangkan.
Setelah dewasa ternyata kebiasaan menulis menurun drastis, hampir tidak pernah lagi sempat menulis untuk ketenangan dan kebahagiaan hati. Biasanya selalu terlalu ribet dengan urusan emak-emak, seperti mengurus anak, suami, dan pekerjaan rumah tangga lainnya, belum lagi bagi yang bekerja di luar rumah. Alhamdulillah sebagai guru, saya masih harus menulis, walaupun menulisnya masih seperti ketika masih kecil. Saya menulis karena harus, menulis materi pelajaran dengan aturan-aturan yang sudah baku. Jadi kalau dipikir-pikir ternyata saya biasa menulishanya saja menulisnya baru karena harus. Harapannya, bisa menulis, karena menulis itu menyenangkan, sebagai pengobat hati yang lara :D, atau bahkan untuk menyenangkan anak-anak seperti menulis cerita anak-anak, lebih baik lagi jika bisa menghasilkan pundi-pundi :D. Akan tetapi sudahlah, mari Kita mulai menulis yang harus dulu, kemudian berusaha disiplin menulis setiap hari tentang apa pun, lalu, semoga setelahnya, akan bisa menulis seperti air, mengalir seperti air dan menyenangkan untuk dibaca ^^.

Comments

  1. Terima kasih, Mbak sudah melakukan edit yang hampir sempurna. Dikit-dikit itu tidak masalah. Seiring waktu nanti, pasti akan lebih bagus dan baik lagi.

    Sedikit ulasan saya tentang editan tulisan ini,.adalah penulisan kata ganti orang. Kata ganti orang, seperti kita, saya, aku, kamu, mereka, ditulis dengan huruf kecil semua. Kecuali jika menjadi pembuka kalimat, maka huruf pertamanya ditulis dengan huruf besar. Satu-satunya kata ganti yang huruf awalnya huruf besar, dimana pun dia digunakan adalah kata Anda. Bisa rujuk lebih jauh PUEBI-nya, di bagian kata ganti orang.

    Perhatikan juga penulisan kata "jaman". Seharusnya adalah "zaman".

    Ok, Mbak, terus menulis dengan baik dan benar, ya? Tulisannya sudah cukup ngalir. Tinggal berlatih terus menerus. Saya yakin, pasti bisa.

    ReplyDelete
  2. Syukran Kak Irai, InsyaAllah mulai saat ini akan terus belajar ^^

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts