Sate Matang Makanan Khas Aceh
Sate Matang merupakan makanan khas Aceh, cita rasanya yang khas serta cara penyajian yang berbeda membuat banyak orang menyukainya.
Pertama sekali Saya mencicipi Sate Matang adalah pada saat melakukan perjalanan dengan angkutan umum dari Aceh Tamiang ke Banda Aceh, sekitar jam 01.00 - 02.00 menjelang subuh, supir akan berhenti di daerah Bireun untuk makan dan minum kopi, biasanya mereka berhenti di warung-warung makan yang menjual sajian sate matang.
Jika diperhatikan di sepanjang jalan kota Bireun memang banyak dijumpai Warung yang menjual Sate Matang, di antaranya yang nyaris buka 24 jam ada di sekitar kawasan Terminal Kota Bireun, hal ini sesuai dengan sejarah Sate Matang, yang memang berasal dari daerah Matang Geulumpang Dua, Kabupaten Bireun, namanya berasal dari daerah ini.
Satenya sendiri merupakan sate daging kambing atau sapi yang di panggang setelah dimarinasi dengan bumbu rempah-rempah yang dibiarkan agak lama sebelum dipanggang.
Bumbu kacangnya hampir mirip seperti bumbu kacang sate lainnya, hanya saja pada beberapa warung penyajiannya kadang berbeda, kacangnya ada yang ditumbuk kasar dan atau halus, rasanya sendiri tidak manis seperti bumbu kacang pada sate lainnya.
Jangan khawatir soal harga, karena dapat disesuaikan dengan kehendak kita, Semakin banyak tusuk sate yang Anda nikmati, nilai tebus Anda akan bertambah pula. Cukup dengan Rp. 25.000,- saja Anda sudah dapat menikmati 10 tusuk sate komplit dengan bumbu kacang dan kuah kaldu, jika ingin lengkap dengan nasi maka Anda tinggal menambah jumlah rupiah yang harus dibayarkan.
Jangan lupa mencicipi Sate Matang jika Anda berwisata ke Aceh, sekarang ini tidak hanya dijumpai di Bireun, warungnya dapat kita jumpai di Seluruh Aceh hingga Medan.



Comments
Post a Comment