Anggrek

Gambar : bunga anggrek Dendrobium sp

Anggrek adalah salah satu jenis bunga yang sangat indah dengan banyak jenis spesiesnya. Bunganya sangat beragam mulai dari bentuk, ukuran, serta aroma, ada yang beraroma dan ada yang tidak, rata - rata punya waktu mekar yang lama, bahkan ada yang sampai bulanan.

Diantara spesies anggrek adalah Dendrobium, Phalaenopsis (bulan), Vanda dan lain - lain. Anggrek memiliki lebih dari 35.000 spesies dari lebih 700 genus yang berbeda. Sampai saat ini belum dapat diketahu dengan tepat dan akurat. Berdasarkan tipe pertumbuhannya, anggrek dibagi menjadi 2 kelompok yaitu tipe monopodial dan simpodial. Tipe monopodial memiliki pertumbuhan batang yang tidak terbatas, tangkai bunga keluar di antara 2 ketiak daun, contoh : Vanda, sp.

Tipe simpodial memiliki pertumbuhan batang (pseudobulb) terbatas, tangkai bunga keluar dari ujung batang contoh Dendrobium, sp dan Cattleya sp, atau dari samping umbi semu yang telah dewasa contoh Oncidium sp.

Gambar : Anggrek Dendrobium sp

Berdasarkan tmpat tumbuhnya anggrek dibagi menjadi :
1. Teresterial yaitu anggrek yang tumbuhn dan hidup di permukaan tanah dan membutuhkan matahari langsung.
2. Epifit yaitu anggrek yang tumbuh dan hidup menumpang pada batang pohon atau cabang pohon tetapi tidak merugikan tanaman yang ditmpangnya dan membutuhkan naungan dari cahaya matahari
3. Litofit yaitu anggrek yang tumbuh dan hidup pada batu - batuan di tepi pantai, tahan terhadap angin kencang dan matahari langsung.
4. Saprofit yaitu anggrek yang tumbuh dan hidup pada humus atau kompos dan membutuhkan sedikit cahaya matahari (Darmono, 2007).

Dendrobium adalah salah satu marga anggrek epifit yang biasa digunakan sebagai tanaman hias ruang atau taman. Bunganya sangat bervariasi dan indah. Dendrobium relatif mudah dipelihara dan berbunga. Pola pertumbuhan anggrek Dendrobium bertipe simpodial, artinya memiliki pertumbuhan ujung batang terbatasWikipedia

Lingkungan Tumbuhan Anggrek

Tanaman anggrek memerlukan lingkungan tertentu agar dapat tumbuh secara optimal sebagaimana tanaman lainnya. Kondisi yang cocok akan memberikan dukungan sehingga tanaman dapat tumbuh secara normal tanpa gangguan apa pun. Oleh karena itu, sangat di- perlukan pemahaman yang mendalam tentang lingkungan tempat anggrek itu tumbuh.

Faktor utama yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman anggrek adalah sebagai berikut :

Sinar Matahari

Untuk anggrek tanah ‘(vanda douglas) yang memiliki daun seperti pensil, memerlukan sinar matahari langsung atau penuh di tempat yang terbuka, dengan pengertian memerlukan sinar matahari 100% tanpa peneduh sama sekali. Tanaman ini akan sengsara jika ditempatkan di tempat yang teduh.

Kelompok anggrek yang berdaun lebar ukurannya lebih lebar daripada jenis anggrek yang vanda douglas. Contohnya adalah anggrek dendrobium, cattleya, phalaenopsis, dan Iain- lain. Jenis anggrek ini membutuhkan sinar matahari tidak langsung, yaitu sekitar 30-60% cahaya matahari. Jadi, anggrek ini memerlukan naungan yang terbuat dari net, yaitu suatu anyaman plastik yang kuat untuk mengatur intensitas cahaya yang diperlukan. Dewasa ini, diperdagangkan net yang dibuat sesuai dengan persentase cahaya yang diperlukan.

Kelembapan Udara

Kelembapan udara menunjukkan kadar uap air yang berada di udara di sekitar tanaman itu. Kelembapan udara ini sangat berhubungan dengan kesehatan tanaman anggrek. Banyak penanam anggrek menyangka bahwa anggrek harus ditanam di tempat yang senantiasa basah. Pandangan demikian itu keliru, ternyata anggrek ini lebih tahan kekeringan daripada terlalu basah. Pada dasarnya, kelembapan udara ini sangat erat hubungannya dengan penyiraman.

Temperatur

Anggrek vanda douglas lebih tahan panas, memerlukan temperatur kira-kira 28°C, sedang- kan temperatur minimum adalah 15°C. Jika temperatur meningkat terus, harus diimbangi dengan kelembapan udara yang tinggi.

Untuk kelompok anggrek berdaun lebar, menyukai suhu malam sekitar 21 °C. Suhu ini sangat penting bagi pembungaannya, namun apabila mengalami suhu malam hari yang tinggi, anggrek akan mendorong tumbuhnya anakan baru.


Cara Tumbuh

Setelah mengenali lingkungan tempat anggrek itu tumbuh, yang perlu diketahui selanjutnya adalah cara tumbuh tanaman anggrek itu. Beberapa jenis anggrek ada yang terus-menerus tumbuh ke atas, tetapi ada pula yang pertumbuhan ke atasnya terbatas dan lebih cenderung memperbanyak tunas ke samping.

Anggrek yang terus tumbuh ke atas disebut dengan anggrek monopodial yang artinya satu kaki. Dikatakan satu kaki karena anggrek ini memiliki satu batang utama yang terus tumbuh sepanjang tahun dan mem- produksi serta bunganya berada di puncak. Pada anggrek ini, daunnya tumbuh dalam dua baris, masing-masing pada sisi yang berlawanan satu sama lain. Tangkai bunga dan akar udara timbul dari pertemuan daun dan batang. Yang termasuk anggrek monopodial adalah jenis genus aerides, arachnis, phalaenopsis, vanda, dan Iain-lain.

Anggrek yang pertumbuhannya ke atas di­sebut anggrek simpodial yang berarti banyak kaki. Anggrek jenis ini memiliki satu batang utama dan dapat menumbuhkan tunas vegetatif dalam masa pertumbuhannya. Dengan demikian, tanaman yang akan tumbuh menjadi satu rumpun, baik besar maupun kecil terdiri dari batang-batang yang dihubungkan satu sama lain oleh rhizoma atau akar tinggal.

Di samping itu, anggrek simpodial dicirikan pula oleh adanya bagian tanaman yang menggelembung pada pangkal tanaman. Bagian ini dikenal dengan istilah umbi semu atau pseudobulb. Umbi ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan dan air yang digunakan pada saat kondisi lingkungan tanaman kurang menguntungkan. (www.ruangtani.com).


Perbanyakan Tanaman

Perbanyakan dengan Stek dan Rumpun

Anggrek vanda douglas atau yang dikenal dengan anggrek tanah, umumnya dapat di- perbanyak dengan cara stek. Oleh karena itu, banyak orang yang membeli beberapa stek anggrek lalu dibesarkan. Dari stek yang sedikit ini, dapat dibuat stek yang lebih banyak. Cara- nya adalah sebagai berikut.

  1. Tanaman yang akan distek harus dicari yang pertumbuhannya subur. Sebaiknya tanaman dipilih yang banyak daunnya dan yang dalam keadaan sehat dari bawah sampai ke atas.
  2. Tanaman anggrek yang tingginya lebih kurang 2 meter, dipotong sekitar 1 meter, dengan persyaratan bagian yang atas telah keluar akarnya paling tidak satu akar. Pada waktu memotong stek, dapat digunakan pisau atau gunting stek yang bersih.
  3. Bagian atas yang telah dipotong dapat langsung ditanam pada tempat penanaman.
  4. Bagian bawah dari potongan tadi jangan dibuang, jika diberi pupuk yang baik akan tumbuh tunas-tunas baru.
  5. Dari percabangan baru tadi, jika sudah keluar akar, dapat dipotong lagi sehingga dihasilkan tunas-tunas baru.
  6. Bagian bawah dari potongan tadi, jika kita rajin merawatnya, akan muncul tunas- tunas baru dan seterusnya.

Anggrek yang berdaun lebar seperti dendrobium, cattleya, phalaenopsis dapat diperbanyak dengan dua cara, yaitu dengan membelah rumpun batangnya dan dengan cara stek tunas berakar yang tumbuh di sekitar ujung batang. Kedua bahan perbanyakan tanaman tadi langsung ditanam di dalam pot berisi media tanam.


Cara memperbanyak anggrek berdaun lebar adalah dengan memisahkan rumpun sebagai berikut :

  1. Rumpun tanaman dibelah dengan meng- gunakan pisau yang tajam dan bersih. Setiap rumpun yang dipisahkan harus memiliki beberapa umbi (1-4 umbi) dan daun yang sehat.
  2. Setelah lebih kurang dua bulan, kemudian pindahkan bagian rumpun yang sudah di­belah dari pot asalnya ke pot yang baru.
  3. Tanamlah rumpun dalam pot kecil yang sudah berisi media tanam.
  4. Siramlah tanaman yang baru ditanam itu setiap hari dan hindari sinar matahari yang bersifat langsung. (www.ruangtani.com)

Anggrek epifit dapat ditanam di pot, digantung, ditempel. Media tumbuh dapat berupa pakis, moss, arang, sabut kelapa dan sejenisnya. Unuk anggrek epifit yang ditempel pada umumnya diikatkan pada batang, pohon, pakis lempeng atau sejenisnya.

Gambar:: tunas Dendrobium

Untuk Anggrek dendrobium, jika batangnya sudah tidak berdaun dan kadang kala sudah kelihatan kering, masih bisa menumbuhkan tunas baru dengan perawatan dan penyiraman yang benar









Daftar Pustaka :
Darmono, D.W. Permasalahan Anggrek dan Solusinya, Penebar Swadaya, Jakarta, 2007

https://dispertan.bantenprov.go.id/lama/read/artikel/1422/Budidaya-Anggrek-Ini-Caranya.html#:~:text=Anggrek%20yang%20berdaun%20lebar%20seperti,tumbuh%20di%20sekitar%20ujung%20batang. di akses tanggal 08 Februari 2023 jam 09.06 Wib






 

Comments

Popular Posts